Penuh Dengan Roh Kudus

Ringkasan Khotbah 31 Mei 2009                             Pdt. Surya Harefa

“Penuh dengan Roh Kudus” (Kisah Para Rasul 4:23-31)

Hari ini kita merayakan hari Pentakosta dimana Roh Kudus diutus ke dalam orang-orang percaya. Ada banyak hal yang kita terima lewat Roh Kudus, yaitu sebagai oknum yang membantu dan menyertai selalu, sebagai penghibur, dan juga sebagai guru yang mengajar dan mengingatkan, memberikan penerangan akan apa yang diajarkan dalam Alkitab. Saat percaya kepada Tuhan Yesus, Roh Kudus sudah masuk ke dalam diri kita. Perayaan Pentakosta berarti bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah memberikan anugerah Roh Kudus kepada kita.

Akar dari perayaan Pentakosta adalah dari orang Yahudi, dimana hari Pentakosta dirayakan 50 hari setelah Paskah yaitu memperingati keluarnya mereka dari Mesir. Selain itu juga merupakan perayaan mulai menuai gandum yang mencerminkan sukacita. Orang banyak mau datang ke Yerusalem untuk merayakan Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:5). Secara rohani, Pentakosta berarti menuai “jiwa” (sekitar 3000 orang bertobat setelah mendengar khotbah Petrus, Kisah Para Rasul 2: 41).

Dalam Kisah Para Rasul 4: 23-31, kita bisa belajar beberapa hal:

1.   Setelah proses persidangan, Petrus dan Yohanes pergi kepada para rasul dan orang-orang percaya walaupun dilarang dan diancam (Kisah Para Rasul 4:18,21). Ini mengajarkan kepada kita untuk tidak meninggalkan iman kita dan persekutuan orang Kristen saat ada tekanan atau persoalan yang besar.

2.   Walaupun mendengar kisah Petrus dan Yohanes, mereka tidak menjadi sedih ataupun kecewa, tetapi bersama-sama berseru kepada Tuhan. Arti ‘bersama’ di sini adalah bersatu hati dan pikiran menaikkan suara kepada Tuhan, dengan kata lain berdoa. 

Isi doa mereka mengandung 3 unsur yaitu pujian (Kisah Para Rasul 4: 24), menyampaikan kondisi (Kisah Para Rasul 4: 25-29a), dan permohonan (Kisah Para Rasul 4: 29b-30). Mengapa kita harus memuji Tuhan adalah supaya kita mengingat bahwa kita sedang menghampiri tahta Allah yang maha mulia, maha tahu yang terbaik untuk kita. Secara psikologis, pujian ini disampaikan untuk membantu kita supaya bisa tenang dalam menyampaikan permohonan kita. Setelah menyampaikan kondisi yang ada, para rasul menyampaikan permohonan mereka yaitu minta keberanian untuk memberitakan firman Tuhan yang langsung dijawab saat itu (Kisah Para Rasul 4:31) dan meminta mujizat dan tanda-tanda melalui Tuhan Yesus yang dijawab kemudian (Kisah Para Rasul 4:12).

Jadi hendaklah pada hari raya Pentakosta ini kita:

1.   Bersyukur kepada Tuhan atas anugerah Roh Kudus.

2.   Membuat diri kita selalu dipenuhi Roh Kudus. Kita harus mempersilahkan Dia untuk menguasai hidup kita, menjadi pemimpin dan penuntun hidup kita.

3.   Berdoa meminta keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan, dengan kata lain menjadi saksi Kristus di mana pun kita berada. Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Roh Kudus bekerja membuat orang-orang percaya bisa menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi. Marilah memperingati Pentakosta dengan belajar untuk berdoa seperti itu. (LY & HOL/05/09)