Menjadi Saluran Berkat
Ringkasan Khotbah 14 Juni 2009 Pdt. Surya Harefa
“Menjadi saluran berkat” (Roma 12:13-14)
Kita hidup sebagai orang Kristen dalam dunia yang penuh berbagai jenis manusia di mana Tuhan izinkan kita hidup, kita juga membagikan sikap hidup kita di dalam dunia ini. Roma 12:13: ”Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!”. Kalau kita mendengar orang kudus, biasanya kita berpikir orang hebat, suci, yang tahan terhadap segala macam cobaan, yang tidak bisa berdosa, dan tingkat kerohaniannya tinggi. Tetapi yang dimaksud oleh Rasul Paulus ketika menulis ayat ini bukan orang yang seperti itu. Orang yang berdosa dan orang yang dulunya jahat pun bisa dikategorikan orang kudus, asalkan sudah dikuduskan oleh Allah. Roma 1:5-7: orang kudus adalah orang-orang berdosa yang telah dikuduskan oleh Allah. Orang yang sudah percaya dan taat kepada Tuhan Yesus, yaitu orang Kristen tercakup dalam kategori orang kudus. Roma 12:13 menasehatkan kita untuk membantu orang-orang Kristen di dalam kekurangan mereka (Terjemahan sehari-hari: “Tolonglah mencukupi kebutuhan orang-orang Kristen yang lain”).
Bagaimanakah caranya membantu orang Kristen? Koinonia/persekutuan/felosif artinya membagi/sharing. Kita membantu dengan membagi dan memberikan apa yang kita miliki, yang ada pada kita, yang orang Kristen lain butuhkan. Roma 12:12 dapat menjadi pegangan bagi kita untuk melangkah ke tindakan di Roma 12:13, jadi janganlah kita beranggapan bahwa kita masih memerlukan bantuan sehingga tidak dapat membantu. Bentuk penerapan sederhana dari firman Tuhan ini dapat kita lakukan seperti dengan ambil bagian dalam persembahan umum, pembangunan (gedung gereja kita), misi (dukungan doa dan dana bagi para misionaris di ladang misi sangat dibutuhkan), dan diakonia (dana untuk membantu orang-orang yang mengalami musibah/bencana atau menderita sakit). Melalui ini kita dapat menjadi saluran berkat.
Dalam bagian akhir Roma 12:13 ada nasehat untuk memberikan tumpangan. Saat itu orang Kristen sedang mengalami penganiayaan sehingga sulit mendapatkan tumpangan karena takut ketahuan oleh pemerintah. Karena itu Paulus memberi nasehat memberi tumpangan karena itulah yang paling dibutuhkan orang Kristen saat itu ketika melakukan perjalanan jauh. Kita perlu bijaksana dan hati-hati karena cukup banyak orang yang memanfaatkan perintah firman Tuhan ini dan menyalahgunakannya dengan menipu orang yang punya rumah. Karena itu kita harus hati-hati dan membawa orang itu dekat kepada Tuhan, mengajak berdoa dan merenungkan firman Tuhan.
Roma 12:14: Tuhan adakalanya mengizinkan orang Kristen mengalami penganiayaan/perlakuan kejam tetapi kita dinasehati untuk memberkati orang yang menganiaya kita (terjemahan sehari-hari: mintalah kepada Allah supaya Ia memberkati orang-orang yang kejam terhadapmu). Penganiayaan bisa berasal dari orang yang tidak percaya Kristus ataupun juga sesama orang Kristen. Janganlah kita mengutuk orang yang menganiaya kita, walaupun pergumulan berat tetapi ini kesempatan kita untuk memberkati dan mendoakan mereka dengan menyampaikan kepada Tuhan agar mereka dalam perlindungan dan kasih Tuhan. Kita perlu meneladani Tuhan Yesus yang walaupun diperlakukan tidak adil, dianiaya dan bahkan dipaku di kayu salib, masih berdoa “ampunilah mereka”. (RS/06/09)
