Melaksanakan Pengutusan

Ringkasan Khotbah 5 Juli 2009                               Pdt. Surya Harefa

“Melaksanakan pengutusan” (Keluaran 4:18-31)

Kehendak Tuhan bagi kita dapat dibagi dua:

1.   Kehendak Tuhan secara umum: berlaku bagi semua orang khususnya semua orang Kristen seperti memberitakan Injil, menjadi saksi Kristus.

2.   Kehendak Tuhan secara khusus: diberikan pada tiap orang secara khusus dan bisa berbeda dari orang lain. Kehendak khusus tidak mungkin terpisah daripada kehendak umum tetapi justru melengkapi.

Kita perlu menggumulkan dan mencari tahu apa kehendak Tuhan bagi kita secara umum maupun secara khusus. Kehendak khusus biasanya disebut panggilan atau pengutusan Tuhan. Panggilan ini bukan hanya untuk menjadi pendeta atau misionaris, tetapi mungkin juga panggilan untuk menjadi ilmuwan atau dosen, ataupun profesi-profesi lainnya. Sebagai orang Kristen kita harus menggunakan hidup kita bukan untuk melakukan kehendak manusia tetapi kehendak Allah.

  Keluaran 4:18-31: tujuan panggilan Tuhan secara khusus buat Musa yaitu untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan supaya bangsa Israel beribadah kepada Tuhan. Ketika Musa berusaha membebaskan orang Israel dari perbudakan dengan kekuatannya sendiri, dia gagal total. Sehingga ketika ada panggilan khusus dari Tuhan untuk kedua hal ini, dia sampai berkali-kali menolak, tetapi Tuhan berkali-kali menegaskan panggilan Tuhan ini sehingga akhirnya Musa mau melakukannya.

  Ketika Musa dipanggil Tuhan untuk diutus, dia sedang bekerja menggembalakan domba Yitro, mertuanya. Panggilan Tuhan menuntut dia untuk meninggalkan pekerjaannya dan tempat tinggalnya selama 40 tahun. Keluaran 4:18: Musa tidak langsung meninggalkan pekerjaannya untuk melakukan panggilan Tuhan, tetapi dia meminta secara sopan dan hormat kepada mertuanya izin terlebih dahulu. Karena sikap ini dan juga tentunya karena Musa melakukan pekerjaannya dengan baik maka Yitro percaya dan dengan senang memberikan izin kepada Musa. Inilah teladan yang harus kita ikuti. Kita perlu minta hikmat Tuhan untuk kapan menjawab panggilan Tuhan dan janganlah kita menunda-nunda ataupun lari dari panggilan Tuhan.

  Keluaran 4:24: Tuhan berikhtiar (berusaha) untuk membunuh Musa ketika dia dalam perjalanan ke Mesir. Tidak tertulis secara jelas alasan Tuhan mau membunuh Musa tetapi setelah Zipora, istri Musa, menyunat anaknya, Tuhan membiarkan Musa. Ada kemungkinan bahwa Musa tidak menyunat anaknya yang kedua (sunat adalah perjanjian antara Abraham dengan Tuhan yang harus dilakukan turun temurun oleh bangsa Israel) karena sudah berkompromi dengan lingkungan kebudayaan istrinya yang tidak percaya Tuhan. Tuhan tidak senang dengan hal ini dan mengingatkan Musa untuk membereskan hal ini. Walaupun Musa bisa dibilang sangat dekat dengan Tuhan tetapi kedekatan ini tidak membuat Musa mendapat pengecualian dari Tuhan. Justru semakin kita dekat kepada Tuhan, Tuhan semakin ingin kita melakukan setiap apapun yang Tuhan perintahkan.

  Dalam pengutusan Tuhan, kita perlu meneladani Musa dengan melakukan dua hal yaitu membereskan urusan dengan manusia dan urusan dengan Tuhan. Dan Keluaran 4:18-31 mengajarkan kita bahwa ketika manusia mulai melangkah maju dengan iman untuk melaksanakan pengutusan Tuhan, maka Tuhan akan memperlengkapi dengan firman-Nya. (AS/06/09)