Halangan Pengutusan
Ringkasan Khotbah 26 Juli 2009 Pdt. Surya Harefa
“Halangan pengutusan” (Keluaran 5:1-24)
Keluaran 5:1-24 menceritakan bagaimana Harun dan Musa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Dalam pasal sebelumnya (Keluaran 4), semua terlihat berjalan begitu lancar ketika Musa (dan Harun) melakukan perintah Tuhan. Akan tetapi, dalam Keluaran 5, Harun dan Musa mengalami berbagai hambatan dan halangan ketika mereka melakukan pengutusan Tuhan. Dengan keteguhan hati untuk melakukan pengutusan Tuhan (Keluaran5:1-3), Harun dan Musa menemui Firaun. Firaun menolak permintaan Harun dan Musa bahkan memperberat pekerjaan orang Israel (Keluaran 5:6-9). Akibatnya bangsa Israel mengalami kondisi yang sulit, yang membuat para mandor Israel membawa perkara mereka kepada Firaun (Keluaran 5:12-18). Para mandor akhirnya menuduh Harun dan Musa sebagai penyebab bertambahnya kesengsaraan bangsa Israel (Keluaran 5:21).
Yang bisa kita pelajari dari perikop ini:
1. Ketika melakukan pengutusan Tuhan, tidak selalu semua berjalan dengan lancar, pasti ada hambatan dan halangan. Hambatan yang dialami Harun dan Musa datang dari luar (Firaun) maupun dari dalam (para mandor bangsa Israel sendiri). Dalam kita melakukan pengutusan Tuhan, hambatan juga bisa datang dari orang Kristen sendiri, dari sesama pelayan, atau bahkan dari kondisi seperti penyakit. Orang yang sungguh melayani Tuhan pasti tidak akan lepas dari halangan dan kesulitan.
2. Kita harus berani melawan kecenderungan untuk mencari kambing hitam saat mengalami kesulitan, karena rasa marah, kecewa, dan sedih bisa saja muncul dan jika sudah terkumpul kita sering mencari sasaran emosi. Para mandor Israel mempersalahkan Harun dan Musa sebagai penyebab penderitaan bangsa Israel, dengan melontarkan kata-kata yang tajam dan melemahkan sekali, padahal yang bersalah adalah Firaun.
3. Saat melakukan pengutusan Tuhan, kita memang akan mengalami hambatan. Akan tetapi itu bukan jadi alasan untuk lari dari pelayanan, bahkan kita harus kembali kepada Tuhan. Musa pasti merasa kecewa sekali karena ia dituduh menjadi penyebab penderitaan orang Israel, padahal ia ingin meringankan beban orang Israel. Kejadian ini mirip dengan kisah 40 tahun sebelumnya, ketika dia ditolak oleh bangsanya sendiri saat ingin membantu. Saat itu ia melarikan diri dari Mesir. Sekarang, ia memilih untuk tidak lari lagi dari Mesir atau kembali ke Midian, melainkan ia memilih untuk kembali kepada Tuhan dan mengungkapkan kekecewaannya (Keluaran 5:22-23). Marilah kita belajar untuk mencurahkan hati kepada Tuhan, karena dari situ kita akan mendapatkan kekuatan untuk melakukan pengutusan Tuhan. (LY-HOL/07/09)
